Sunday, February 24, 2013

Waktu dan Kata

Andaikan tulisan ini bisa dibaca sembari mendengarkan suatu lagu, akan kuminta siapapun yang membaca tulisan ini untuk mendengarkan lagu berikut :

Boyzone - Give it All Away






Alasan aku ingin menulis, hanya karena membaca sekilas status seorang teman :

A friend of mine ask "what is your life for..?" My answer is "since life is about give and get something, all I can say that my life is forgive and forget.." - Karel Alle

Membaca deretan kata itu, seakan melihat sekoci di tengah lautan atlantik setelah terlalu lelah untuk menahan beban tubuh supaya tetap mengapung.
Dua kata Forgive and Forget, yang menggamit anganku dan mendorong jemariku untuk menuliskan kata-kata selanjutnya.

Forgive.
Forgive yourself, because you merely human. 
Who had flaw.
Who hurt and being hurt.
Who made mistake. 
Even though you never meant to harm.
What is done is done.
There is nothing you can do to make it the otherwise.

Forget.
Life goes on.
Time keep going.
Look at the stars and the sun.
It still there when you were looking behind.
Turn your head around.
Stop looking over your shoulder.
Its time to move on.

Forgive and Forget.
Two words to save one's soul.

 ***


Saturday, February 16, 2013

A Reply to Little Missy - Kata tentang Cinta

Kamis, 14 February 2013. 



Hawa dalam ruangan terasa dingin menggigil. Agaknya pengelola gedung lupa, bahwa cuaca di luar sedang hujan dan membuat suhu turun. Alhasil, manusia-manusia yang terjebak didalam ruangan ini lebih sibuk menghangatkan diri dibandingkan mendengarkan paparan pembicara di depan ruangan.

Karena konsentrasi sudah terlanjur terpecah, iseng kuraih HP yang tergeletak di meja. Ada mention di twitter, kubuka, dan kubaca. Tersenyum melihat sebuah kejutan dari little missy di Manado. So sweet of her to write the letter. And so thus, i shall reply with lots of love ....


Dear Missy,

Kenapa aku memanggilmu Missy? Well, karena aku bisa membayangkan, suatu waktu, kau mungkin adalah reinkarnasi dari seorang gadis bangsawan di suatu negara America Latin. Menggunakan celana berkuda, karena kau benci memakai rok yang membatasi gerakmu, sibuk melahap buku-buku di perpustakaan ayahmu. Ibumu sudah angkat tangan dengan segala penolakanmu untuk dijodohkan dengan Lord-lord itu, dengan dalih untuk mencarikan pasangan yang 'layak' untukmu dan usia yang sudah pantas untuk bersanding di pelaminan. Kau membenci ketika tamu-tamu ayahmu lebih banyak bercakap-cakap dengan saudara-saudara lelakimu  dibandingkan denganmu. Dan ketika kau menyampaikan pendapatmu, mereka mengernyit, serasa melihat seekor kijang melompat ke arah kerumunan singa.

Well, itu imajinasiku :)


Pertanyaanmu pertama dalam surat itu, terkait dengan cinta. 

Cinta, bukan hanya sekedar sebuah status formal diantara kedua manusia. Satu kata itu, tidak akan mampu dijabarkan oleh pujangga  maupun filosof manapun dengan tepat dan pantas. Satu kata itu, hanya bisa dirasakan dan dialami. Tidak ada cara lain.

Dulu, ketika aku masih mencari-cari cinta. Aku selalu penasaran, ingin tahu, apa itu cinta. Aku mencoba merasa, membaca, memahami, mendengar, melihat dan mencari. Menebak...apakah ini cinta.
Satu datang kemudian pergi. Satu hilang dan kemudian terganti. Sampai satu waktu, dia datang.

Aku masih ingat ketika pertama kali melihatnya, duduk dengan alis tertaut. Diam, tanpa banyak kata. Sikap tubuhnya penuh dengan penolakan terhadap dunia. Bersidekap, duduk sambil mendengarkan diskusi kami kala itu.
Sudah tahunan berlalu, tapi gambaran itu masih saja lekat dalam benakku.

Pertemuan pertama kami, saat aku baru kehilangan apa yang kuanggap cinta, dan sedang dekat dengan sebuah apa yang kuanggap cinta. Sampai suatu saat, ada yang iseng mengirimkanku sebuah pertanyaan dalam email :

" tuliskan tiga nama orang yang kamu cinta, dan lihat seberapa besar prosentasemu untuk dapat bersamanya. "

Dan aku menuliskan namanya, lengkap, dalam tiga slot yang berbeda. Dan aku terhenyak..

Perlahan aku teralihkan, sibuk dengan cintaku yang baru dan melupakannya.
Sampai kemudian cinta baru itu pun berlalu, dan kuputuskan cara yang paling mudah untuk memperbaiki patah hati adalah dengan pergi.

Aku pun pergi, dan selama aku pergi, hubungan kami semakin dekat. Ini sungguh aneh, karena  aku dan dia seperti bumi dan langit. Dia tidak mungkin menyukai orang sepertiku, walau aku tertarik dengannya sejak pandangan pertama.

Setelah melalui perjalanan panjang dan penuh liku...kami bersama. Dan ternyata tidak berhenti disana, banyak hal terjadi, seringkali kami saling menyakiti. Entah sudah seberapa banyak air mata yang keluar, pertengkaran yang terjadi. Namun, begitu pula tawa, kenangan indah dan juga pengalaman yang menyunggingkan senyum. Kehangatan keluarganya, senyum hangatnya, perhatiannya, kekhawatirannya, perjalanan bersama yang membuatku merajut mimpi. Sayang, mimpi itu hanya milikku sendiri...
Dia lelah, aku lelah. Segalanya terlalu berat untuk kami berdua.

Kami sudah berpisah, tetapi tidak seperti apa yang kuanggap cinta, ini sungguh berbeda..sangat berbeda. Manusia ini, berhasil masuk lebih dari yang kuharapkan didalam benak dan hatiku. Dan jejak yang dia tinggalkan, terasa sakit namun tidak mampu kuhapuskan. Jika seorang lelaki dapat merasa bangga atas hal yang dapat dia lakukan terhadap seorang wanita, dia dapat bangga untuk hal ini. Dia dapat memegang kunci hatiku, membukanya, kemudian melepaskannya.

A woman's heart is deepest than the ocean.
Secret, makes a woman woman.  

But life's goes on.
Waktu tidak akan menunggu. Jadi aku pun terus maju, berjalan dan memahami bahwa apa yang telah terjadi tetap terjadi. Masih banyak mimpi yang harus diraih, perjuangan yang tak kenal henti.

Begitulah kataku mengenai cinta, yang kubagikan kepada seorang wanita yang sedang dalam perjalanannya menemukan cinta.
Kuberharap, ketika kau menemukannya, cinta akan tetap tinggal.
Karena dalam suatu hubungan apapun, haruslah berjalan dua pihak, tidak bisa hanya satu pihak yang mengusahakan. Hubungan yang berjalan satu arah adalah hubungan yang timpang dan dapat membunuh. Cepat ataupun lambat.

Senang juga bisa mengenalmu Missy, terimakasih karena telah hadir dalam hidupku.
Nikmati saja setiap perjalanan, karena hidup ini seperti perjalanan dalam kereta tanpa rute balik. Nikmati saat pagi, siang dan malam. Karena ketika kereta ini sampai di tujuan terakhirnya, tidak ada kesempatan lagi untuk kembali.

Jadi, Happy Valentine Day.
mari kita hadapi hari ini dengan senyum ;)


***


 

Saturday, January 19, 2013

What Makes Us Human

pict. source : http://ibrhmnzim.blogspot.com/2012/03/love-will-keep-us-alive-by-eagles.html


What's so special and the most precious thing a human could have?
Is not the brain.
A brain is easily substitute by a computer program.

Is not the look.
Any plastic surgery and a puppeteer could create a perfect look that no one able to deny.

Is not the physical strength.
Any machine is able to defeat and offer strength that would crush the hardest surface.

It is the soul, the heart.

When you act beyond your logic.
When you able to love and hate.
When you cry when you are happy.
When you shaking while you are kissed.
When you longing and dreaming.
When you are surviving and hoping.

For that soul...
Is what makes a human, human...





Note:
Someday, human will be extinct.
Someday, all of us will be gone..
hope when that day come, this 'script' will be understood and makes us human as one of a great creature.

Saturday, December 8, 2012

Darkness of Human

I've seen death so many times
Too many times
It lurks within every human soul
waited to be release
and grab their soul
back to where it belongs

I've seen people I care going away
Taken or left out
They have their own reason to be
So let it be

Every person have their journey
Every moment have their remarks
So why does it has to be different

It is not the matter of why
It is only the matter of how
and may God have mercy
To let the answer reveal upon me

This time no breath is longer than it should
Its getting dimmer and dimmer
and the light is fading
Maybe its time to sleep now

Floating in a midnight sky
with no purpose why
None understand
nor accepting
one soul is being lost in space

I am lost

Tuesday, September 18, 2012

Kala Waktu Membeku

Nina melihat pergelangan tangannya, angka menunjuk waktu 9.15, sudah 15 menit dia menunggu. Tidak biasanya Bima terlambat menjemputnya. Bandara tampak ramai, pagi hari senin memang waktu yang seakan-akan tak pernah surut akan keriuhan manusia. Nina bersandar di sandaran kursi biru di deretan tempat pengantar. Banyak orang lalu lalang di hadapannya, mata Nina menatap nanar, dia tidak berusaha mencari. Entah kenapa dia sudah merasa malas. Diliriknya HP nokia merah dalam tasnya, tidak ada pesan baru ataupun panggilan masuk. Entah sudah berapa kali dia menelpon Bima, tetapi nomor yang dituju tidak aktif. Nina mendesah pelan, tanpa sadar bibirnya dicibirkan ke depan.

5 menit lagi, kalau anak jelek itu tidak menampakkan batang hidungnya, aku pulang sendiri naik bis, batin Nina.

***

Pukul 09.00, Bima cepat-cepat memarkir motornya. Schedule yang diberikan Nina jam 09.00 tepat pesawat mendarat. Waktu boarding tadi dia sudah meminta Nina untuk mengirim pesan padanya, sekedar memastikan keberangkatan tepat waktu atau tidak. Keberangkatan sudah tepat, sehingga seharusnya saat ini Nina sudah turun dari pesawat. Sesampai di area kedatangan..langkahnya terhenti...bahkan dari jarak sejauh ini dia bisa mengenali Nina. Rambutnya yang sebahu di jepit kebelakang, sejumput rambut liar menutupi sebelah daun telinganya. Dengan ransel kecil dan sambil menenteng sebuah bungkusan, gadis mungil itu berjalan menuju pintu keluar. Entah kenapa, Bima cepat-cepat menyembunyikan diri. Dia tidak ingin gadis itu melihatnya, bergegas dimatikan ponselnya dan dia mencari posisi duduk di sebuah cafe dimana dia bisa mengamati gerak gerik gadis itu tanpa terlihat olehnya. Sungguh Bima tidak bisa menjelaskan mengapa dia bertingkah seaneh itu, dia hanya merasa, hal itu perlu dia lakukan. Dalam kejauhan Bima melihat kegelisahan Nina, tapi entah kenapa dia menikmatinya.

Saat-saat itu, adalah saat-saat dimana Bima dapat menatap Nina dengan tatapan yang selama ini dia sembunyikan, tatapan yang tak akan pernah ia keluarkan ketika bersama dengan Nina. Ketika dia harus memainkan peran sahabat yang baik, sahabat yang selalu ada, yang mengejek, bercanda dan tertawa bersama...hanya itu...tidak lebih.

Bima memperhatikan setiap gerak-gerik yang dilakukan Nina, caranya memainkan kacamatanya, kebingungannya mencari tempat duduk,  raut kesalnya karena nomer yang ia tekan tidak aktif, semuanya...sekecil apapun itu, Bima merekam semuanya dalam hati. 15 menit saja, kamu milikku seutuhnya...desah Bima pelan.

***

OST : Inginku by Yovie and Nuno 

Tuesday, July 31, 2012

Ibu....


ost. When You Love Someone

 

Ijinkan saya bercerita, mengenai suatu masa dimana saya merasa ada.

Dua  belas tahun yang lalu...dalam suatu ruang, dimana yang ada hanya dia dan aku.
Napasnya teratur, selang-selang menjulur dari tubuhnya. Tetes cairan mengalir dengan teratur, masuk dan keluar dari tubuhnya.

Dia sangat cantik...selalu cantik..dulu maupun sekarang.
Aku mengaguminya, semua orang mengaguminya. Kecantikan dan kebaikan hatinya tak terperi. Seperti putri negeri dongeng.
Kududuk tenang disampingnya, melihatnya tidur sungguh merupakan sesuatu yang sangat berharga. Beberapa jam sebelum saat ini, rintihannya membuatku terisak tak terhingga, hingga perawat datang dan memberikan satu ampul baru dalam botol cairanmu, barulah engkau tenang dan tertidur.

Aku ingat, dua hari sebelumnya, aku diperlihatkan hasil pemeriksaanmu.
"Sudah terlambat. Maafkan saya"
Hanya itu yang bisa dikatakan orang berjubah putih itu.
Aku tertunduk, merenung. Memikirkan apa yang harus kukatakan pada kekasihmu, ayahku.
Dia yang mencintaimu dengan segenap hatinya. Kau harus melihatnya saat dia tergagu di hadapan para tamu, menjelaskan mengapa engkau pergi.
Tapi kurasa kau sudah tahu dari dulu...kau selalu tahu.

Dan saat itu, hanya ada kau dan aku. Seperti selama ini, hanya kita berdua. 
Kubelai lembut pipimu. Sudah berapa lama kau ditempat ini, seminggu, sebulan, tiga bulan. Betapa ingin aku membawamu pulang. Melihatmu memasak makanan kesukaanku, mendengar omelanmu, melihat dirimu berdandan, merasakan pelukanmu dan mendapat ciumanmu....satu kali lagi saja...


Napasmu memburu, matamu membuka, badanmu mengejang.

Sakit..sakit..sakit...

Aku bisa merasakan kesakitanmu. Airmataku mengalir, aku tahu..aku tahu apa yang harus kulakukan.
Kubelai lembut rambutmu, kugenggam tanganmu. Kubisikkan kata-kata, betapa aku menyayangimu. Aku tahu, bahwa kau bertahan demi diriku. Kukatakan padamu bahwa aku akan kuat, aku akan bahagia, dan aku akan membuatmu bangga. Walau dalam hati, aku takut dan tak rela melihatmu pergi.

Kulantunkan doa Salam Maria, dan lamat kau mengikuti, di sela-sela napasmu yang semakin memburu. Kuantar kau sampai napasmu melemah dan tak terdengar lagi...
Aku mundur..terduduk..pikiranku mengambang...kumelangkah keluar, kupanggil perawat lalu ku melangkah ke arah telepon. Betapa sulit mengeluarkan kata-kata itu dari mulutku...
"Papa...mama sudah meninggal"

Ku tak ingat apa yang kudengar, ku melangkah keluar, pantai menampakkan keindahannya. Matahari baru saja menampakkan wajahnya. Berkas sinar keemasan memantul dari buih putih ombak.
Suara deburan ombak mengalun...mataku kering...dan tetap kering..hingga hari ini..


Hari ini, aku terlempar kembali ke masa itu, masa dua belas tahun silam.
Hari ini, aku diijinkan untuk berduka...


Cinta, tidak pernah terhenti oleh suatu masa, suatu ruang.
Cinta selalu bebas, tak terhenti oleh apapun.


Dan aku kembali mencium harum melati, mencium embun pagi dimana kau selalu ada di kebun bungamu.
Harum tanah basah, saat aku mengikutimu kala hujan. Rintik air terasa di kulitku.
Masakan hangat, perasaan tenang ketika melihatmu berada disana.
Senyum lembutmu, ketika kau memastikan bahwa aku sudah makan hari ini.
Usapan tanganmu ketika kau menyusup masuk dikamarku setiap malam, ketika aku sudah terlelap.
Melepas kacamataku, memberikanku ciuman lembut dan menghantarku ke alam mimpi dengan ucapan "Mama sayang Nana"
Yang kali ini, bisa kukatakan kembali "Nana juga sayang Mama"



seminggu yang lalu, 24 Juli tahun 2012, aku kembali terdampar dalam sebuah ambigu masa
suatu dejavu dan peristiwa yang mengguncang rasa
aku berduka atas apa yang telah dan akan terjadi
satu dimensi waktu yang akan selamanya terekam dalam sel-sel kelabu
satu kenangan yang tak dapat terlepas, aku sendiri dalam duniaku
tak ada yang akan memahami apa yang kurasa saat itu
panca inderaku merasakan semuanya
hingga tubuhku tak sanggup menerimanya
satu lantunan kata yang terus menerus terulang dari bibirku
Nana sayang ibu, Nana sayang ibu, sayang...sayang sekali..
padamu ibuku saat ini, dan untuk ibu yang telah meninggalkanku duabelas tahun silam
aku menyayangi kalian dengan teramat sangat...
 

Monday, July 23, 2012

Satu Masa

Terbayang satu masa
Di kala senja merasa
Satu saat suatu waktu
Kau dan aku menyatu

Suatu masa
Dimana selamanya ada
Ketika hati berusaha menyingkirkan rasa 
Asa terbilang dan curiga menghilang


Kepak sayap yang terluka
Tinggi di angkasa
Hati menerawang jauh
tanpa tahu dimana berlabuh


Ada suatu masa
ketika aku menoleh 
dan kau ada


Dan kini tiba suatu masa
ketika aku merasa
bahwa kau tak lagi ada


Tak apa
Dalam satu masa
yang kelak akan ada


satu waktu ku kembali
ketika ku menoleh dan ada


pasti
suatu masa